Betapa indahnya masa-masa tersebut, bukan? Ketika cinta sedang bersemi, segala sesuatu dari pasangan Anda nampak indah. Anda bahkan tidak memperdulikan teman-teman, atau orang tua yang memperingatkan Anda. Sayangnya, hal yang sebenarnya tidak selalu seindah yang kelihatan. Banyak dari kita tidak menyadari bahwa partner kita memiliki karakter yang berpotensi untuk menjadi seorang abuser.
Coba ingat-ingat. Apakah si dia sering sinis atau cenderung tidak menghargai pendapat Anda? Atau seringkah si dia tidak sopan terhadap Anda di depan umum? Bila jawaban Anda adalah ya, maka hati-hatilah! Mungkin pelecehan dan penindasan akan menjadi bagian hidup Anda selanjutnya. Pertimbangkanlah kembali hubungan Anda dengannya.
Si dia juga mungkin menelepon Anda 7 kali sehari hanya untuk mengecek keberadaan Anda, dan apa yang sedang Anda lakukan. Ia selalu memaksa untuk meluangkan waktu bersama dengannya setiap hari. Hal-hal semacam ini sebenarnya menyangkut "kepemilikan", dan bukan cinta.
Dengan tidak menghargai perasaan dan penolakan Anda dalam hal seks, ia telah melakukan pelecehan seksual. Sikap seperti ini juga menandakan bahwa ia melihat wanita hanya sebagai objek seksual, bukan sebagai manusia merdeka yang memiliki pilihan. Jika si dia mengatakan bahwa Anda perlu berhubungan seks dengannya untuk membuktikan bahwa Anda benar-benar mencintainya, tinggalkan dia, masih banyak pria lain yang sopan yang lebih layak Anda cintai.
Ada banyak pria yang abusive (melakukan tindakan melecehkan, menindas, menteror, bahkan menganiaya) terhadap Anda dengan tindakan yang perlahan tapi pasti. Setiap wanita hendaknya mewaspadai tindakan pria dengan tingkah laku seperti ini. Mereka dengan mudah membalikkan keadaan dan mengatakan bahwa Andalah yang telah berubah. Mereka merasa bahwa setiap hal yang mereka lakukan adalah normal dan wajar. Tidak pernah ada kesadaran dari mereka bahwa problem sesungguhnya ada pada diri mereka sendiri.Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”